Minggu, 15 Juni 2008

Prediksi Turki vs Ceko


JENEWA - Fase knockout (KO) Euro 2008 baru digeber 19 Juni nanti. Meski demikian, satu di antara dua duel terakhir di grup A itu sangat krusial hingga menghadirkan fase knockout lebih awal. Yakni, bentrok Turki versus Republik Ceko dini hari nanti WIB. Kenapa disebut knockout? Sebab, hanya ada dua pilihan bagi kedua tim dalam laga yang dihelat di Stade de Geneve, Jenewa, Swiss, itu. Yakni, menang atau pulang lebih dini.

Seri tidak ada dalam kamus laga tersebut. Sebab, pertandingan bakal dilanjutkan dengan babak adu penalti jika skor 2 x 45 menit tetap imbang. Penalti itu merupakan regulasi baru yang diperkenalkan UEFA (Asosiasi Sepak Bola Eropa) jika ada dua tim dengan poin, selisih gol, serta gol memasukkan yang sama bertemu di laga terakhir grup.


Menang berarti Turki atau Ceko bakal melaju ke perempat final dengan status runner-up grup A di bawah Portugal, terlepas apa pun hasil lawan Swiss pada waktu bersamaan, juga dini hari nanti WIB. Sebaliknya, tim yang kalah harus out dari turnamen.

Pemenang Turki atau Ceko telah ditunggu juara grup B Kroasia pada 20 Juni nanti di Stadion Ernst Happel, Wina, Austria. Namun, laga lawan Kroasia tentu masih belum ada di benak kedua tim. Baik Turki maupun Ceko fokus memburu tiket ke perempat final yang belum berada di tangan. Dengan nada kompak, kedua negara sama-sama tidak ingin mengakhiri pertandingan dengan adu penalti.

"Kami akan mengerahkan segala cara agar pertandingan selesai 90 menit," koar Volkan Demirel, kiper Turki, sebagaimana dikutip Reuters kemarin (14/6).

Demirel yang menggeser Rustu Recber sebagai kiper nomor satu Turki di Euro 2008 ingin menghindari penalti bukan karena takut. Buktinya, kiper 26 tahun tersebut menjadi pahlawan klubnya, Fenerbahce, saat menggagalkan tiga tendangan penalti pemain Sevilla di babak 16 besar Liga Champions pada 4 Maret lalu.

"Ceko bukan tim yang punya pertahanan solid. Jadi, ada kans bagi kami mencetak gol sekalipun di menit-menit terakhir seperti yang kami lakukan saat mengalahkan Swiss (Turki menang 2-1 lewat gol Arda Turan di injury time pada 11 Juni lalu, Red)," imbuh kiper bertinggi 195 cm dan 41 caps itu.

Hal senada diungkapkan oleh Karel Bruckner, arsitek Ceko. Dikatakan pelatih 68 tahun itu, timnya tidak menjadikan menu latihan adu penalti sebagai fokus utama. Bruckner lebih fokus bagaimana Ceko bisa tampil lebih agresif dana mencetak gol di waktu normal.

Demi memuluskan misi tersebut, sangat mungkin Bruckner bakal menduetkan Milan Baros dan Jan Koller di lini depan sejak menit awal. Sejatinya, lanjut Bruckner, timnya bermain bagus meski kalah 1-3 atas Portugal pada Rabu (11/6) lalu. "Jika kami bisa bermain seperti di babak pertama (lawan Portugal, Red), saya rasa kami bakal menang di waktu normal," ujarnya seperti dilansir Goal.

Ceko sama sekali tidak mengalami kendala cedera pemain dalam laga kali ini. Beda dengan Turki yang masih belum bisa diperkuat kapten tim Emre Belozoglu yang masih berkutat dengan cedera hamstring dan bek tengah Gokhan Zan (lutut). Sebagai pengganti keduanya, pelatih Turki Fatih Terim bakal memainkan Tumer Metin dan Emre Asik. (dns/iro)

0 komentar:

Powered by Beritabola.com